Analisis Ancaman Sektor Pangan terhadap Ketahanan Nasional Indonesia ( Tugas mandiri 11 )

 

Analisis Ancaman Sektor Pangan terhadap Ketahanan Nasional Indonesia

I. Pendahuluan

Latar Belakang

Sektor pangan memegang peran krusial dalam pembangunan nasional Indonesia sebagai negara agraris dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, di mana ketahanan pangan menjadi fondasi stabilitas ekonomi, sosial, dan keamanan. Gangguan pada sektor ini berpotensi memicu inflasi pangan, kerawanan sosial, dan melemahkan kedaulatan negara, sebagaimana terlihat pada krisis pangan global 2008 dan dampak pandemi COVID-19 yang memperburuk impor beras Indonesia.

Rumusan Masalah

·       Apa ancaman utama terhadap sektor pangan Indonesia?

·       Bagaimana ancaman tersebut mengganggu pilar-pilar Ketahanan Nasional (Astaghata)?

·       Strategi apa yang diperlukan untuk memperkuat ketahanan di sektor ini?

Tujuan Penulisan

Mengidentifikasi ancaman sektor pangan, menganalisis dampaknya terhadap ketahanan nasional, serta merumuskan rekomendasi strategis untuk peningkatan ketahanan.

II. Konsep Dasar

Definisi Ketahanan Nasional

Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis bangsa negara yang mencakup ketangguhan dan daya saing dalam mengelola dan mengendalikan segenap potensi nasional guna menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara, sebagaimana diatur dalam UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Hubungan Sektor Pangan dan Ketahanan Nasional

Sektor pangan menjadi penopang utama karena menyokong aspek ekonomi (kontribusi 13-15% PDB dari pertanian), sosial budaya (pola makan tradisional), dan pertahanan keamanan (stabilitas sosial), serta aspek alamiah seperti SDA lahan dan air. Ancaman di sektor ini dapat mengguncang keseimbangan Astaghata: ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan, geografi, demografi, dan SDA.

III. Analisis Ancaman Sektor

A. Identifikasi Ancaman

1.     Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem
Perubahan pola hujan ekstrem, banjir, dan kekeringan mengurangi hasil panen hingga 20-30% di wilayah rawan seperti Jawa dan Nusa Tenggara, dengan proyeksi BMKG menunjukkan peningkatan frekuensi El Niño.

o   Klasifikasi: Eksternal-alamiah, non-fisik/militer.

o   Sumber/Aktor: Faktor global (emisi GRK), domestik (deforestasi).

2.     Alih Fungsi Lahan Pertanian
Konversi 200.000 ha lahan sawah per tahun untuk industri dan perumahan mengurangi produksi domestik, ditambah degradasi tanah akibat overuse pupuk kimia.

o   Klasifikasi: Internal, fisik, non-militer.

o   Sumber/Aktor: Kebijakan tata ruang lemah, swasta spekulatif.

3.     Kerentanan Rantai Pasok dan Impor
Ketergantungan impor 2-3 juta ton beras/tahun dan fluktuasi harga global (misalnya blokade Ukraina 2022) rentan gangguan geopolitik dan logistik buruk.

o   Klasifikasi: Eksternal-internal, non-fisik, non-militer.

o   Sumber/Aktor: Pasar global, negara eksportir, infrastruktur domestik.

B. Dampak terhadap Ketahanan Nasional

·       Ideologi/Politik: Kelangkaan pangan memicu protes (seperti demo 2018), melemahkan Pancasila sebagai ideologi kesejahteraan dan kedaulatan

·       Ekonomi/Sosial Budaya: Inflasi pangan >10% perburuk kemiskinan (25 juta jiwa), erosi pangan lokal seperti ubi dan sagu.

·       Pertahanan Keamanan/Alamiah: Konflik lahan/air tingkatkan kriminalitas; degradasi SDA kurangi carrying capacity untuk 270 juta penduduk.

IV. Strategi dan Rekomendasi Peningkatan Ketahanan

1.     Jangka Pendek: Aktivasi cadangan pangan Bulog hingga 2 juta ton dan subsidi pupuk targeted untuk stabilisasi harga.

2.     Jangka Menengah: Implementasi LP2B nasional lindungi 7 juta ha lahan sawah, plus irigasi modern 1 juta ha/tahun.

3.     Jangka Panjang: Riset benih tahan iklim via BRIN, target swasembada 95% komoditas strategis 2030.

4.     Kolaborasi Swasta: PPP logistik dingin dan e-marketplace petani untuk efisiensi distribusi.

5.     Diplomasi/Edukasi: Kampanye diversifikasi pangan lokal dan perjanjian bilateral aman pasok dengan ASEAN+.

V. Penutup

Kesimpulan

Ancaman perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan kerentanan rantai pasok sektor pangan mengancam pilar Astaghata Ketahanan Nasional Indonesia secara multidimensi. Implementasi rekomendasi adaptif, protektif, dan inovatif di atas akan memperkuat kedaulatan pangan sebagai benteng ketahanan nasional.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nilai Kebangsaan dalam Aktivitas Akademik (Tugas MAndiri 1 )

Sistem Pemerintahan menurut UUD 1945 dan Kajian Akademik (Tugas Mandiri 2)( Tugas Mandiri 2)

Mengapa Keadilan HAM Sering Kali Dipolitisasi (Tugas Terstruktur 6)