Observasi (TUGAS MANDIRI 4)

 Nama : Ahmad Dumiyati Musaddad (E15)

Judul:

Acara 17 Agustus di Kampung Basmol ( Pulo Piun )

Lokasi Observasi:

Kampung Basmol , Jakarta Barat


a. Pendahuluan

Saya memilih Kampung Basmol sebagai lokasi observasi karena kampung ini merupakan tempat tinggal Saya yang sangat beragam suku dan agamanya . Observasi ini saya lakukan setelah menjadi panitia di saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 pada 17 Agustus. Saya tertarik untuk melihat bagaimana semangat kebangsaan dan nilai integrasi nasional diwujudkan oleh warga dan anak muda melalui kegiatan bersama di tengah perbedaan latar belakang mereka.


b. Temuan Observasi

Contoh Positif:
Menjelang 17 Agustus, warga Kampung Ba
smol bergotong royong menghias lingkungan dengan bendera merah putih dan umbul-umbul. Kegiatan ini melibatkan semua warga tanpa memandang suku atau agama. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak antusias. Pak RT dan anak anak muda bekerja sama membuat hiasan dari triplek dan menghias jalanan, dari kegiatan itu banyak sekali teman teman yang tadinya tidak mengenal menjadi kenal.

Pada hari H peringatan kemerdekaan, warga mengadakan lomba 17-an seperti balap karung, dan makan kerupuk. Suasana penuh tawa dan kebersamaan. Seluruh warga bersorak mendukung peserta, tanpa membedakan siapa yang menang atau kalah. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan sosial antarwarga yang berbeda latar belakang.

Contoh Negatif:
Namun, sempat muncul perbedaan pendapat di grup WhatsApp panitia 17 Agustus terkait dana iuran lomba. Beberapa warga merasa keberatan karena kondisi ekonomi mereka sedang sulit. Ada pula yang menilai lomba panjat pinang terlalu berisiko. Perdebatan sempat memanas, tetapi Ketua RT segera menengahi dan
bisa menjadikan warganya Bersama sama lagi.


c. Analisis

Kegiatan peringatan 17 Agustus di Kampung Basmol menunjukkan bentuk nyata dari integrasi sosial horizontal, yaitu kerja sama antarkelompok masyarakat yang setara tanpa melihat status sosial, suku, maupun agama. Semangat gotong royong dan partisipasi aktif warga mencerminkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi integrasi nasional.

Sementara itu, perdebatan soal iuran menunjukkan bahwa tantangan integrasi sering kali bukan berasal dari perbedaan identitas, tetapi dari faktor ekonomi dan komunikasi. Ketika tidak ada pemahaman bersama, konflik kecil bisa tumbuh menjadi perpecahan. Namun, sikap kepemimpinan yang bijak dan komunikasi terbuka mampu meredakan ketegangan tersebut.


d. Refleksi Diri & Pembelajaran

Melalui observasi ini yang kebetulan saya menjadi panitia , saya belajar bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang menjaga persatuan dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Saya menyadari bahwa sebagai generasi muda, saya memiliki peran penting untuk meneruskan semangat kebangsaan, misalnya dengan ikut aktif menjadi panitia kegiatan warga, membantu mendokumentasikan kegiatan positif, atau mengajak teman-teman sebaya untuk lebih peduli pada lingkungan sosial.

Lalu menurut saya juga perbedaan bukan sebagai penghalang , tetapi sebagai alat yang membuat masyarakat lebih kuat dan berwarna.


e. Kesimpulan & Rekomendasi

Perayaan 17 Agustus di Kampung Basmol  membuktikan bahwa nilai-nilai kebangsaan dan integrasi nasional masih hidup di tengah masyarakat. Melalui gotong royong, toleransi, dan kepemimpinan yang baik , warga dan generasi muda mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Rekomendasi:

  1. Menjadikan kegiatan 17 Agustus sebagai ajang rutin memperkuat persatuan dan kesatuan warga basmol agar selalu kompak
  2. Membentuk Organisasi pemuda kampung yang berfokus pada kegiatan sosial dan kebangsaan agar semangat gotong royong tidak hanya muncul saat perayaan kemerdekaan, Seperti di kampung basmol ada yang Namanya ORDA (organisasi kedaung basmol) untuk membantu kegiatan social yang ada di kam[pung basmol.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nilai Kebangsaan dalam Aktivitas Akademik (Tugas MAndiri 1 )

Sistem Pemerintahan menurut UUD 1945 dan Kajian Akademik (Tugas Mandiri 2)( Tugas Mandiri 2)

Mengapa Keadilan HAM Sering Kali Dipolitisasi (Tugas Terstruktur 6)