Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Mengapa Keadilan HAM Sering Kali Dipolitisasi (Tugas Terstruktur 6)

Gambar
  Mengapa Keadilan HAM Sering Kali Dipolitisasi Abstrak Keadilan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Hak Warga Negara merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk bagi mahasiswa yang merupakan agen perubahan sosial. Namun, keadilan HAM dan Hak Warga Negara sering dipolitisasi, sehingga nilai-nilai ini menjadi bias dan berpotensi merugikan individu, terutama generasi muda. Artikel ini merefleksikan realitas politisasi HAM dalam konteks kehidupan mahasiswa, serta mengupas pentingnya sikap kritis dan pemahaman mendalam agar hak-hak tersebut dapat ditegakkan dengan adil. Kata Kunci Hak Asasi Manusia, Hak Warga Negara, Keadilan HAM, Politisasi HAM, Mahasiswa Pendahuluan Hak Warga Negara adalah hak-hak yang diperoleh individu sebagai bagian dari suatu negara, termasuk hak untuk mendapatkan perlakuan yang adil dan dihormati dalam segala aspek kehidupan. Dalam ranah pendidikan tinggi, hak-hak ini sangat relevan karena mahasiswa tidak hanya berhak belajar ...

Hak Warga Negara yang Relevan dengan Kehidupan Mahasiswa (Tugas Mandiri 6)

Gambar
Hak Warga Negara yang Relevan dengan Kehidupan Mahasiswa Abstrak Tulisan ini membahas hak-hak warga negara yang sangat relevan dengan kehidupan mahasiswa, khususnya hak-hak dasar seperti hak berpendapat, hak untuk belajar, dan hak atas kebebasan berekspresi. Dengan latar belakang peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial, pembatasan terhadap hak-hak tersebut kerap menimbulkan tantangan yang signifikan. Artikel ini mengurai permasalahan yang muncul akibat pembatasan hak berpendapat mahasiswa dan memberikan pemikiran strategis untuk menghadapinya. Analisis ini berdasar pada materi pembelajaran mengenai hak warga negara dan sumber tambahan yang relevan. Kata Kunci Hak Warga Negara, Mahasiswa, Hak Berpendapat, Kebebasan Berekspresi, Pendidikan, Pembatasan Hak Pendahuluan Mahasiswa sebagai bagian dari warga negara mempunyai posisi strategis dalam pembangunan bangsa. Dalam konteks demokrasi dan negara hukum, hak-hak dasar seperti hak berpendapat, hak untuk belajar, dan hak at...

Tugas Terstruktur 4

Gambar
 Anggota : 1. Maysha Sekar Wahyuning Gusti (43125010213) 2. Wahyu Adi Suryo (43125010214) 3. Anbiya Panji Dewantoro (43125010216) 4. Fika Syakila Anajwa (43125010217) 5. Ahmad Dumiyati Musaddad (43125010220) Tugas membuat poster 

Demokrasi dalam Cengkeraman Oligarki (Akal Sehat #36) (TUGAS MANDIRI 5)

  A. Identitas dan Informasi Video Judul Webinar: Demokrasi dalam Cengkeraman Oligarki (Akal Sehat #36) Narasumber: Rocky Gerung – Filsuf dan pengamat politik Indonesia Penyelenggara: Rocky Gerung Official (YouTube) Tanggal Publikasi: 6 April 2023 Durasi: 29 menit 41 detik Tautan Akses: https://youtu.be/pX_DhZAlsgo?si=EakKbEvAoYZvh3zv B. Ringkasan Argumentasi Utama Dalam diskusi ini, Rocky Gerung menyoroti fenomena demokrasi Indonesia yang, menurutnya, telah terjebak dalam dominasi oligarki. Ia memulai dengan mengoreksi kesalahpahaman publik terhadap istilah oligarki . Secara historis, kata ini berasal dari pemikiran Yunani klasik, yang berarti pemerintahan oleh sedikit orang yang dianggap bijak ( the few ). Namun dalam konteks modern Indonesia, oligarki berubah menjadi simbol kekuasaan yang dikendalikan oleh segelintir elite tanpa kapasitas intelektual dan moral yang memadai. Rocky juga menyoroti bagaimana demokrasi pasca-Reformasi justru “dirawat oleh oli...

Observasi (TUGAS MANDIRI 4)

 Nama : Ahmad Dumiyati Musaddad (E15) Judul: Acara 17 Agustus di Kampung Basmol ( Pulo Piun ) Lokasi Observasi: Kampung Basmol , Jakarta Barat a. Pendahuluan Saya memilih Kampung B asmol sebagai lokasi observasi karena kampung ini merupakan tempat tinggal Saya yang sangat beragam suku dan agamanya . Observasi ini saya lakukan setelah menjadi panitia di saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 pada 17 Agustus. Saya tertarik untuk melihat bagaimana semangat kebangsaan dan nilai integrasi nasional diwujudkan oleh warga dan anak muda melalui kegiatan bersama di tengah perbedaan latar belakang mereka. b. Temuan Observasi Contoh Positif: Menjelang 17 Agustus, warga Kampung Ba smol bergotong royong menghias lingkungan dengan bendera merah putih dan umbul-umbul. Kegiatan ini melibatkan semua warga tanpa memandang suku atau agama. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak antusias. Pak RT dan anak anak muda bekerja sama membuat hiasan da...

Wawancara tentang Pandangan terhadap Identitas Nasional. (Tugas Mandiri 3)

Judul:  Ringkasan Wawancara tentang Pandangan terhadap Identitas Nasional . Narasumber : Nabila Marsha Fridani , 18 Th , Mahasiswa UMB Fakultas Ilmu Komunikasi  Pendahuluan Nabila Marsha Fridani dipilih sebagai narasumber karena pandangannya yang relevan tentang budaya dan identitas nasional di era digital dan globalisasi. Isi Menurut Nabila, budaya dan tradisi sangat penting dalam memperkuat identitas nasional. Namun, globalisasi dan teknologi digital membuat generasi muda lebih tertarik pada budaya luar seperti K-pop dan TikTok, yang dapat mengurangi rasa nasionalisme. Ia melihat identitas nasional sebagai gabungan sejarah, bahasa, budaya, norma sosial, wilayah, ekonomi, dan institusi politik. Oleh karena itu, pelestarian budaya lokal harus menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, pendidikan, dan masyarakat. Penutup  Pandangan Nabila menekankan pentingnya kesadaran kolektif menjaga identitas nasional, dan Sebagai mahasiswa, saya memahami bahwa budaya dan tr...

Perbandingan Sistem Indonesia Dengan Thailand (tugas terstruktur 2)

Gambar
 Perbandingan Sistem Indonesia Dengan Thailand Anggota : 1. Maysha Sekar Wahyuning Gusti (43125010213) 2. Wahyu Adi Suryo (43125010214) 3. Anbiya Panji Dewantoro (43125010216) 4. Fika Syakila Anajwa (43125010217) 5. Ahmad Dumiyati Musaddad (43125010220) 1. Pendahuluan Latar Belakang Kajian mengenai perbandingan sistem pemerintahan antarnegara, khususnya di kawasan Asia Tenggara, menjadi penting karena kawasan ini memiliki latar belakang sejarah, budaya, serta dinamika politik yang berbeda-beda namun saling memengaruhi. Indonesia dan Thailand dipilih sebagai objek kajian karena keduanya sama-sama negara besar di Asia Tenggara, memiliki peran signifikan dalam ASEAN, tetapi menganut sistem pemerintahan yang berbeda secara fundamental. Indonesia menganut sistem presidensial dengan ciri utama adanya pemisahan kekuasaan yang tegas antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat, sekaligus berperan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. H...